Selama bergaul di internet, tentu Anda sudah kenal dengan berbagai macam website. Mulai dari Yahoo, Google, Facebook, Twitter, Detik.com, dan masih banyak lagi. Jumlahnya jutaan. Tak mungkin saya tulis semua di sini Pernahkah Anda berpikir, “Website Facebook.com itu lokasinya di mana?”
Yang saya maksud ini BUKAN kantornya, lho. Tapi lokasi website. Tahu kan, bedanya? Tentu dong! Kantor Facebook ya sama saja seperti kantor-kantor pada umumnya. Di dalamnya ada karyawan, kursi, meja, komputer, kertas, stempel, dan seterusnya. Sedangkan “lokasi website” bisa kita artikan sebagai tempat untuk “menyimpan semua data yang ada di website Facebook.com”.
Jadi kalau di Facebook.com itu ada teks (koleksi status seluruh pengguna Facebook), foto, video, dan seterusnya, pasti dong… semua itu tersimpan di sebuah TEMPAT.
Nah, tempat untuk menyimpan semua data website inilah yang disebut server.
Secara fisik, server itu sama saja kok, dengan harddisk, yakni tempat untuk menyimpan semua data pada sebuah komputer. Server pun seperti itu. Bentuknya sama seperti CPU pada komputer. Bedanya, server memiliki kapasitas, kemampuan dan ketangguhan yang jauh lebih baik ketimbang hardisk. Perbedaan lainnya, setiap server “dialiri” akses internet, sehingga dia bisa diakses oleh siapa saja dari seluruh dunia.
Jadi, coba bayangkan saja: Si Jackson dari Amerika Serikat, Ahmad dari Arab Saudi, Shahrul Khan dari India, dan jutaan orang lainnya bisa mengakses dan membaca semua file di harddisk komputer Anda. Kok bisa? Tentu bisa, jika harddisk Anda sudah berubah menjadi server.
* * *
Bila Anda punya website atau blog (perbedaan keduanya bisa dibaca di sini), maka semua file pada website tersebut harus ditaruh di server tertentu. So pasti, karena hanya dengan cara inilah website/blog Anda bisa diakses oleh siapa saja dari seluruh penjuru dunia.
Bila Anda punya dana cukup, membeli server sendiri adalah pilihan terbaik. Tapi harga server itu mahal, lho. Bisa puluhan juta. Belum lagi, Anda harus mengeluarkan biaya perawatan perbulan yang jumlahnya tak kalah mahal. Bagi kita-kita yang bermodal cekak, tentu belum sanggup membeli server sendiri.
Karena itulah, ada dua solusi jitu yang bisa kita pilih:
- Menggunakan layanan blog gratisan, seperti Multiply. Blogger.com, WordPress.com, dan sebagainya.
Dari penjelasan di atas, saya yakin Anda kini paham bahwa jika seseorang memanfaatkan blog gratisan dari WordPress.com misalnya, maka sebenarnya yang dia lakukan adalah “menyewa atau menggunakan server WordPress.com secara gratis.” Namun karena gratis, tentu banyak keterbatasannya. Bahkan terkesan tidak profesional dari segi bisnis.
. - Menyewa server dari perusahaan lain. Biasa disebut WEBHOSTING atau HOSTING saja. Analoginya seperti kos-kosan gitu deh. Anda menyewa sebuah kamar dan membayar sewa bulanan kepada ibu kos. Nah, begitulah kira-kira. Bila meng-hosting web Anda di perusahaan hosting, yang Anda lakukan sebenarnya adalah menyewa sebagian dari server mereka.
.
Saat ini, ada begitu banyak perusahaan yang menyediakan layanan hosting. Salah satu contohnya adalah Jagoan Hosting Indonesia yang terkenal dengan kualitasnya yang bagus namun harga relatif murah.
* * *
Rumah Anda pasti ada alamatnya, kan? Tentu saja! Dengan alamat yang lengkap dan detil, Pak Pos akan sangat mudah mengantarkan surat atau paket kiriman ke rumah Anda.
Website pun sama. Semua website harus punya alamat, sehingga para pengguna internet bisa dengan mudah mengaksesnya.
Aslinya nih, semua website yang tersimpan di server itu memiliki alamat berupa kumpulan angka yang disebut IP Address. Contohnya seperti ini:
201.101.10.101
Anda pasti setuju, menghafal alamat seperti itu tidaklah mudah. Pasti cyape dech
Karena itu, mari berterima kasih kepada penemu DOMAIN NAME, alias Nama Domain, atau kita singkat DOMAIN saja.
Domain bisa kita artikan sebagai sistem penamaan alamat website, untuk menggantikan IP Address yang “membingungkan” itu. Dengan adanya DOMAIN, kita tak perlu lagi menghafal alamat website yang berupa kumpulan angka dan titik
Nama domain terdiri atas dua jenis, yakni:
- Nama Domain Internasional. Contohnya adalah yang berakhiran .com (misalnya detik.com), .net (misalnyajonru.net), .org (misalnya wordpress.org), dan masih banyak lagi.
.
Untuk mendapatkan nama domain internasional, caranya sangat mudah. Anda tinggal membelinya di perusahaan hosting. Bisa dibeli bersamaan penyewaan paket webhosting, atau dibeli terpisah pun boleh. Sistemnya adalah siapa cepat dia dapat, sama seperti membeli kartu perdana handphone.
. - Nama Domain Lokal, berlaku untuk negara tertentu saja. Untk Indonesia, contohnya adalah co.id (untuk perusahaan), web.id (untuk personal), dan sebagainya. Untuk membeli domain lokal, ada persyaratan khususnya. Misalnya untuk membeli domain co.id, Anda harus menyertakan KTP, SIUP/TDP atau Akta Notaris, dan Kepemilikan Merk (bila ada).
Oke, demikianlah sekilas uraian tentang pengertian hosting dan domain. Untuk lebih jelasnya, coba simak video tutorial berikut mengenai pengertian domain dan hosting.
Semoga bermanfaat. Salam sukses untuk Anda!
No comments:
Post a Comment